Back back back…

Long Weekend itu sangat berarti, terutama bagi yang merayakan. Bagaimana dengan nasib orang-orang yang terdampar di kost-an, atau asrama? Mau pulang ga bisa, dan mau main ga ada temen. Kayak gua sekarang. Tadi pagi gua bangun pagi, pagi banget, jam 8 pagi, dimana biasanya di hari libur gua bangun jam 1 siang. Entah apa yang membuat gua bangun pagi-pagi sekali yang seperti subuh itu, yang jelas hari ini gua semangat.

Gua keluar kamar dengan bahagia, berjalan dengan bahagia, lalu dengan niat baik ingin sedikit bersedekah dengan melempar senyum dan sapa ke setiap temen di asrama. Senyum udah gua pasang, kata-kata “ Selamat pagi kawan!” siap gua ucapkan walau gua pikir kalo temen gua gua teriakin ginian pagi-pagi, mereka bakalan nimpukin gua pake sendal. Gua mendekati kamar pertama yang akan gua beri kebahagiaan pagi. Gua pengen masuk dengan gagah dan mengagetkan, jadi gua memegang gagang pintu dan bersiap masuk sambil melempar badan ke dalam. Saat gua memutar gagang pintu seraya melempar badan ke dalam, badan gua yang dimulai dari kepala dan diakhiri pinggang gua mencium mesra pintu yang gak bergeming. Sial, ternyata dikunci. Emang harusnya gua ngecek dulu itu pintu dikunci apa engga. Gua lanjutin ke pintu-pintu yang lain tanpa menyerah. Namun hasilnya ialah nihil. Semua pintu kamar dikunci, dan gua sudah mencium banyak pintu-pintu tak berdosa. Tak ada tanda-tanda kehadiran temen-temen gua. Semua pulang. Gua sendirian, kesepian, kedinginan, tanpa ada teman. Akhirnya gua menghabiskan waktu dengan ngobrol sama pintu-pintu yang gua ciumin tadi. Dan, yah akhirnya gua terjebak di dunia maya untuk menghabiskan waktu. Setelah sekian lama, bisa gua isi lagi ini blog…

Ada apa dengan merah jambu? #2

Masih dalam suasana berkabung akan beberapa temen gua yang baru patah hati, gua kembali ingin membahas tentang sang merah jambu. Sudah terlalu banyak tulisan membahas sang merah jambu ini, namun memang ada sesuatu kekuatan tak terkalahkan, yang membuat orang-orang selalu ingin menulis tentangnya.

Berawal dari satu pertanyaan temen gua yang pernah gua bahas di tulisan gua sebelumnya, “gua tau kalo hidup itu isinya ga cuman tentang cinta doang, tapi kenapa ya zan, karena satu cewe, gua tiba-tiba jadi ga punya semangat buat  hidup gini. Gua kesel.”

Gua cuman bisa ngangguk-ngangguk doang. Ga ngerti harus jawab apa. Kekuatan yang dimiliki sang merah jambu memang terlalu luar biasa sepertinya untuk dibayangkan, untuk ditelusuri penyebabnya, untuk dihindari efek darinya, juga untuk disembuhkan dari akibat yang ditimbulkannya.

Satu hal lain yang bikin gua ga bisa jawab pertanyaan dia, adalah bahwa saat ini, gua juga sedang terinfeksi virus merah jambu itu, ya, gua mengakuinya. Tapi untungnya, gejala yang ditimbulkannya masih dalam batasan yang bisa dikontrol, dan gua menikmati kehadiran merah jambu itu, berbanding terbalik dengan yang dirasakan temen gua itu, yang menginginkan sembuh dari virus itu secepatnya.

Ada hal yang gua pelajari, kekuatan besar virus itu dapat membuat seseorang sangat menyayangi dan juga sangat membenci, bahkan keduanya dalam waktu yang bersamaan. Belajar dari pengalaman yang pernah gua alami, di satu hari gua sangat menyayangi seseorang, tapi dihari yang sama, gua langsung membenci orang itu. Kekuatan besar ini memang gak bisa dihindari, tapi masih mungkin untuk dikontrol. Gua selalu berusaha agar virus itu gak mengambil alih diri gua, dan menjadikan gua inang yang patuh akan segala kemauan virus itu. Gua udah terkena virus itu berkali-kali, dan gua gak pernah bisa dangan baik mengontrolnya. Dan, lagi, kali ini gua juga terinfeksi, menimbulkan gejala-gejala yang sama seperti orang pada umunya, menjalar pada seluruh tubuh, mencoba mengambil alih kontrol tubuh gua.

Gua menjaga diri gua, menahan kekuatan besar virus itu agar tidak tertumpah pada hal salah, memenuhi kebutuhan virus itu, namun tidak memberinya berlebihan, karena gua tetep pengen virus itu hidup di dalem tubuh gua. Dan setidaknya, saat ini gua bisa mengontrol virus itu. Berusaha agar semua tetap pada jalur. Berusaha agar virus itu tidak serta merta mengambil alih seluruh bagian tubuh gua, juga tetap menjaga keberadaan virus itu dan menjadikannya sebagai sumber kekuatan yang bisa dipergunakan dengan baik.

Virus merah jambu ga bisa didefinisikan, rumit, misterius. Ga ada obat penyembuhnya. Mungkin tubuh seseorang akan mempunyai suatu sistem kekebalan akan virus itu, tapi virus itu dapat bermutasi menjadi susatu bentuk yang belum dikenali dan menyelinap dengan mudahnya tanpa disadari sebelumnya.

Mengontrol virus itulah yang terpenting. Sangat mungkin melakukannya. Selama virus itu gak dibiarkan menggerogoti pikiran kita. Dan buat temen-temen gua, gua doakan agar dapat terbebas dari efek buruk virus merah jambu yang luar biasa itu. Gua yakin, kalian akan menemukan cara untuk mengontrol virus itu, mengambil alih, dan menjadikannya kekuatan terbesar dalam diri kalian.

Ada apa dengan merah jambu?

Lima hari yang lalu, gua sedikit terkejut ngedenger seorang temen deket gua, baru aja patah hati. Dia diputusin sama cowonya. Besoknya, seorang temen deket gua juga diputusin sama pacaranya. Dan tadi pagi, lagi-lagi, ada seorang temen gua yang sepertinya tidak lama lagi, akan kandas juga. Melihat temen-temen terdekat gua mengalami saat-saat terombang-ambing gitu ngebuat gua kasian sama mereka. Temen gua yang pertama nangis berhari hari sampe gua kasian sama matanya yang bengkak-bengkak. Dia cerita gimana mereka masih saling memberi perhatian pada pagi harinya, masih mengucap kata sayang pada masing-masing, masih menanyakan apakah sudah makan, mandi, juga saling memberikan kemesraan-kemesraan yang sudah mereka bentuk selama 2 tahun. Dihari yang sama, mereka mengkahiri kemesraan mereka.

 

Temen gua yang kedua jadi males buat bergerak. Kerjaannya seharian hanya tidur dan ngelamun, mengunci diri dalam kamarnya ditemani kesendirian. Ajakan gua buat tanding PES ga digubrisnya, saat itu gua sadar ada sesuatu yang terjadi sama dia. Gua memutuskan mengujungu kamarnya. Setalah sampai disana, gua melihat sosok manusia yang seperti tidak bernyawa. Keadaannya setengah sadar, menerawang, seperti sedang merenungi apa arti dari hidup di dunia. Dia menyadari kehadiran gua, dan menatap gua. Gua masang muka baik menunjukan simpati gua. Tiba-tiba dia berdiri, trus tanpa memberi tanda sekalipun dia meluk gua sambil neriakin nama cewenya, “Claraaaaaaaa” (bukan nama sebenarnya). Gua shock, terdiam, tak berkutik. Satu hal yang pasti adalah gua ga menikmati moment tersebut, mengingat gua cuman berdua sama dia, dan dia baru patah hati, dan saat dua lelaki berpelukan di tempat sepi, yang ketiga ialah iblis; namun disaat yag sama gua juga ngerasa kasian sama dia. Akhirnya gua cuman mengucap 2 kata, “sabar bro…”.

 

Nah, temen gua yang ketiga ini, dia sedang berpikir untuk ngambil keputusan berat. Dia ingin mengakhiri hubungan, karena cewenya yang tiba-tiba berubah, menampakan pribadi yang sangat berbeda, dan menjauhi dirinya. Seorang perencana unggul yang dapat memecahkan masalah dengan cepat, dibuat kebingungan tanpa tahu apa yang harus diperbuat.

 

Mengetahui temen-temen deket gua mengalami saat-saat yang berat membuat gua ikut merasakan hal tersebut, berusaha meringankan beban yang mereka tanggung semua. Tapi merasakan beban tiga orang temen gua dalam waktu yang sangat berdekatan membuat gua pusing sendiri, yang ga pernah gua sangka sebelumnya.

 

Gua menyebutnya virus merah jambu. Istilah yang gua temukan di masa-masa SMA. Saat terkena, gak akan ada obatnya. Gejala-gejala yang ditimbulkan virus tersebut pun sangat beragam. Ada temen gua yang yang sampe ngikutin gaya artis korea, bahkan sampe ngerti bahasanya, cuman gara-gara cewe yang dia suka itu fans berat suju. Menunjukan bahwa setelah terinfeksi, dunia yang luas ini mengerucut menuju satu orang. Hal ini yang dialami sama temen-temen deket gua. Hanya karena satu orang, bisa ngebuat menangis berhari-hari yang sebelumnya dia adalah orang yang sangat ceria. Hanya karena satu orang, bisa ngebuat menolak tantangan gua bermain PES, dan tanpa sadar melakukan hal tabu yang tidak perlu dibahas lagi. Hanya karena satu orang, membuat pribadi seseorang dapat berubah drastis. Mengubur keaslian dalam dirinya, terpengaruh virus ganas yang tak bisa di kontrol. Sebenarnya ada apa dengan merah jambu ini? Kutipan kata temen gua yang mungkin jawabannya gak akan pernah ditemukan.

 

-semoga temen-temen gua diberi kesabaran dan yang terbaik selalu-

7 days left

English post, haha…

It’s 7 days left before the exam. It’s like I only can say ,OMG!OMG!, then I realize, what for I panicking? Better to start studying from now on. There’s still time. Slow but sure, like someone told me to do so. I’m always complaining about the lesson that I have to learn, because I hate biology! But everyone always give me spirit. And someone being very fussy telling me to study and cheer me up when I’m almost give up. Well, maybe I take late start than everyone else, but don’t stop struggling, still possibility. Nothing impossible, haha…

Maybe it’s gonne be though. I have a lot of unstudied lesson. Damn, and also because when the exam day come, the fussy gone. I’m sure everyone will support me, but it’s different when the fussy is the one that give the support.

Like my older post said, Be Possitive. I have to be possitive, and get B+ on the exam (amiiiin…). I’m praying for my own success, and all my friends successess, my batch fk unpad 2011 statera.

MerahmudaBiruAbuabuPutihMerahHitam

Warna warni tertumpah di dunia, mendeskripskan perasaan manusia, perjalanan sebuah perasaan yang diciptakan antara dua manusia.

  • Merahmuda

saat perasaan menunjukan ketertarikan, keistimewaan, kecenderungan, suka

  • Biru

saat perasaan menunjukan keinginan yang tertahan, ketakutan, rindu, bertanya

  • Abuabu

saat perasaan menunjukan kebingungan, ketakutan, keraguan, berharap

  • Putih

saat perasaan menunjukan kesucian, keabadian, keutuhan, kesenangan

  • Merah

saat perasaan menunjukan amarah, nafsu, kebencian, cemburu

  • Hitam

saat perasaan tidak lagi merasa

Semua pasti pernah jatuh. Bukan jatuh biasa, melainkan jatuh cinta. Jatuh yang sangat sulit untuk bangkit darinya. Warna-warna mendeskripsikan perasaan, membentuk sebuah siklus yang sudah mendunia. Merahmuda-Biru-Abuabu-Putih-Merah-Hitam, lalu kembali lagi menuju Merah Muda yang baru. Semua warna merotasi berpadu dalam membangun perasaan.

Selalu berujung pada hitam. Hitam tak dapat dihindari. Namun hitam yang hakiki ialah mati. Bisakah kita mencapai hitam hanya saat mati?

Selalu bermula dengan merahmuda. Merahmuda tak dapat dihindari. Namun merahmuda akan tercemar apabila di satukan dengan warna lain. Dan semua yang tercemar akan berujung pada hitam tercemar, bukan hitam hakiki.

Putih hanya akan terlihat ketika menjaga. Warna lain tentunya akan berdatangan, biru-merah-abuabu-merahuda-biru-merahmuda-abuabu-hitam-merah. Putih akan tercemar apabila tidak dijaga. Putih yang terjaga berevolusi menjadi putih hakiki.

Putih hakiki yang harus dicari. Hanya hitam hakiki yang dapat menghilangkannya. Namun dimanakah putih itu?

Penciptaan perasaan dibawah peraturan, putih hakiki itu akan ditemukan dijalan-Nya yang telah ditentukan.

Segala sesuatu itu ada waktunya

Random Thoughts

  • Takut hidup tapi lebih takut mati, terjebak
  • Berani hidup lebih berani mati, selesai
  • Laper+ Mager= delivery
  • Makin sering ibadah kalo lagi kepepet, hadooohhh
  • Kalo agama kita jadiin kebutuhuan, kalo suatu saat ngerasa ga butuh gimana dong?
  • Kalo agama kita jadiin kewajiban, tar ga ikhlas ngejalaninnya?
  • Good thing about distance is it’s make worth to meet
  • Naluri manusia itu merasa bosan, jangan terlalu sering lah….
  • Semakin lama menunggu, akan semakin besar efeknya….
  • Kalo ga ada agama, jadi apa dunia?
  • Perkembangan manusia dari cuman satu telur kecil, terus membelah dan berdiferensiasi menjadi manusia utuh, siapa yang ngatur kalo bukan Tuhan?
  • Libur? Ga usah mandi lah….
  • Makin besar berharap, makin besar kekecewaan yang mungkin akan didapat
  • Makin sedikit berharap, makin kecil kebahagiaan yang didapat
  • Waktunya kuliah tidur, waktunya tidur main, waktunya main ya main…. damn….
  • Manusia itu gak punya kekurangan, hanya kelebihan yang ia tidak dapat menempatkannya dengan baik…
  • Semakin tua semakin benar…. Atau semakin merasa benar?
  • Bersenang senang dahulu, bersenang senang kemudian… karena hidup itu mencari kesenangan….
  • Hidup untuk senang, dunia maupun akhirat. Ga ada gunanya bersusah-susah, jadikanlah segala kesusahan menjadi suatu kesenangan dengan cara menganggapnya sebagai tanda sayang kita dari Allah
  • Be Plus, B+, Be Posstivie!

Tulisan 3 tahun lalu

Tulisan yang gua buat 3 tahun lalu, haha….

Saat itu gw lagi bengong. Mulut mangap, sesekali liur menetes keluar, pikiran melayang. Kalo ada yang ngeliat gua wktu itu, mngkin gua dikira orang struk kena ayan. Naas bgt. Pikiran gua waktu itu lagi menerka, “siapa nama dia ya….?”

ya,,, gua ketemu dia beberapa hari yang lalu. sejak saat itu, pikiran gua ga pernah lepas dari dia. Wktu pengen tidur,, gua kebayang muka dia. Waktu mau makan, paha ayam jadi paha dia. Waktu mau mandi…… Oh iya, gua ga pernah mandi. Mngkin ini yang disebut jatuh cinta pada pandangan pertama. truz gua coba lagi ke tempat di mana gw ketemu sama dia. dan gua ketemu lagi sama dia. sumpah, gua seneng banget.

Pertemuan kedua ini gua sia-sia-in begitu aja. Gua ga ngomong apa-apa. Gua cuman diem terpaku ngliatin dia dari jauh. Sampe2 ada yang msukin putung rokok ke mulut gua dikira tong sampah. Sesekali gua bergumam, “gila, cakep banget.” Gua pengen banget nyapa dia, atau sekedar tatap mata dan melempar senyum gua sama dia.

Akhirnya gua netepin buat nyapa dia. Gua ke tempet tersebut. Oh iya, tempatnya itu di sekitar pondok indah. deket ama mallnya. Gw menetap di serpong, jadi lumayan jauh juga ke sana. Pake taksi bisa ampe 60rb. Kalo mau ke sana gua mesti ajak temen dulu supaya bayar taksi nya ga mahal2 bgt. bisa aja si gua ke sana sendirian, tapi mesti ngabisin duit sebulan dan gua mesti ngemis selama sebulan kemudian buat makan. Tapi akhirnya gua bisa kesana juga. Beruntung wktu itu ada temen gua yang rumahnya di sana, dan dia lagi pengen piulang. Yah, gua nimbrung aja.

Oke,, gua akuin gua udah punya “someone”. Mungkin ini yang disebut selingkuh. Tapi gua gak peduli, soalnya beneran deh,, gua udah ngebet setengah mati ama dia.

akhirnya gua sampai di sana. Gua coba cari dia. Gue liat dia. Ada di toko musik. Jantung gua mulai over active. Mata gua melotot. Tangan gua gemeter hebat. Gua mulai kayang (ngapain kayang coba?). Dengan langkah tegap bak paskibra gua jalan ke arah dia. Orang2 ngliat gua kyak robot sarap beridung dua. Di muka atu ama di pantat atu. Karena pantat gua mancung. akhirnya sampe gua di depannya.

Gua coba sapa dia.. Hai… Tapi dia diem aja. Mungkin suara gua terlalu kecil. Gua sapa lagi dengan suara yang lebih kenceng…… HAI ! HALO !!!..
Satu Toko ngeliat gua. Ada yang bengong, ada yang lari ketakutan, ada yang pingsan, ada yang buka baju.
Sial, Suara gua kekencengan. Gua dengan sukses berbuat bodoh di depan dia.. Gua coba lagi sapa sambil lebih mendekatinya….
Hai…. Selamat Sia….
Sebelum gua sempet mengakhiri kalimat gua, ada emba-emba nyamperin gua…
Ada yang bisa di bantu mas?
Gua aga dongkol. Tinggalin gua sendiri. Kata gua dalem ati. Tapi mw g mna lagi. Akhirnya gua nannya.
Mba, yang ini berapa?
yang itu? 8 juta.
……..
Gua mangap. Si emba manyun.
Ohh…. Mahal sekali mba….
Iya lah. Bagus gini….
Gua sadar si mba mulai natep gua ga enak. Mungkin udah kliatan gua gak akan punya duit segitu buat beli ini bass.
Akhirnya gua balik. naek trans bsd, ngirit duit. perjalanan gua berhasil memperteukan gua dengan dia. Oh iya, tadi sempet gua liat label dia, “B.C. Rich Virgo Vintage Celtic Electric Bass Guitar – Onyx”. Nama yang keren.
Gua balik ke asrama gua. Harapan gua sama dia telah pupus. Bukan jarak yang memisahkan, bukan hukum yang melarang, namun kantong yang tak melerakan. Huff, sengganya gua masih punya seseorang. Seseorang yang akan selalu ada sama gua. Gua duduk di atas kasur tercinta gua. Gua liat di sebelah meja, tergeletak sosok elok yang siap di mainkan. Akhirnya gua kembali bermain bersama Susi. Susi sayang….

to : Susi Lo….. maap ya senar lo belum gw benerin. Abiznya ga ad duit… Insya allah THR ntar gua beliib senar satu paket yg bagus !!

Be Possitive, B+

Be Possitive! Nilai itulah yang sedang gua capai kali ini. B+. Ga usah terlalu muluk buat ngincer nilai A, karena dengan menjadi B+ itu sendiri, nilai A akan dengan sendirinya dateng, bahkan A+, atau A++, atau S sekalipun (kalo ada)

 Bermula saat gua terlibat perbincangan dengan kakak kelas gua di FK. Gua sedikit tertendang dengan perkataan dan prinsip hidup dia. Dia selalu menjadi possitive dalam menjalani hidup. Apa yang ingin dia lakukan, walau dengan banyak rintangan, dia akan lakukan, karena dia yakin Allah gak akan memberikan cobaan yang diluar kemampuan hambanya. Terlihat tidak ada rasa takut dalam menjalani hidup. Bahkan saya (kembali) tertendang setelah mengetahui dia mengambil langkah hidup yang jarang atau ditakuti mungkin oleh orang zaman sekarang, yaitu nikah muda. Di umur dia yang masih 21-22, yang masih belum lulus FK, dan baru mau masuk ko-ass, dia udah berani untuk menikah. Sesuatu yang sangat sakral, dan orang-orang pada umumnya menganggap umur ideal itu sekitar 25 tahunan. Tapi itulah, ga ada ketakutan yang terpancar dari dirinya. Sangat menendang !

 Setelah perbincangan tendang-menendang itu, gua berpikir kenapa pantat gua bengkak ya? Engga ding, gua berpikir, mengapa sangat banyak aura negative dan kepesimisan di sekitar kita yah? Oke, gua juga salah satu yang memancarkan aura tersebut. Contoh dari diri gua sendiri, gua (masih) sering galau akan kuliah gua, apakah gua sanggup? Apakah gua akan tahan? Kalo ditelusuri, takdir Allah yang Maha Penyayang dan Maha Pengasih gak mungkin jahat. Ibu kita yang sangat sayang sama kita aja ga mungkin mau anaknya terpuruk, apalagi Allah yang Maha Penyayang? (sesaat peikiran gua sendiri menendang diri sendiri, haha) Allah gak akan ngasih cobaan yang diluar kemampuan hambanya. Lalu kenapa gua ga yakin?

 Mengapa masih banyak orang yang gagal? Gua mengambil kesimpulan kalo sebenernya ada kesempatan dan kemampuan, namun orang itu terlalu sibuk mengeluh dan memancarkan aura negative. Masih saja berenang-renang dalam ketakutan sehingga kesempatan yang ada ga terlihat sama dia.

 Be possitive, B+. Kalo ditranslasikan ke nilai angka sekitar 78 sampe 80 lah B+ itu ( itu di FK sih). Nah, untung sampe nilai segitu susah ga sih? Sebenarnya kuncinya ada di nilai itu sendiri, Be possitive. Saat kita jadi possitive, semua ketakutan akan hilang, pikiran kita jadi jernih trus kesempatan bakal banyak terbuka, abis itu dapet nilai A, bkan B+ lagi…

 Pemikiran gua diatas (ditulisan ini ya, bukan di langit-langit rumah lo), malah membuat gua merenung. Terlalu banyak kesempatan yang gua lewatin karena gua takut. Padahal berani aja kali ya gak? Gua sedang berusaha merubah diri gua, dan mudah-mudahan aja menjadi tambah baik lagi dan lagi. Dan yang penting, yakin bisa lulus di FK! Haha…

 Mudah2an tulisan asal2an ini bermanfaat, amin….

Lulus – lulus – lulus

Sebenernya, kehidupan sma gua udah lamaaaaa banget berakhir. dan kehidupan gua sebagai mahasiswa udah lamaaaaa berjalan, lumaya lama sih, tapi masih termasuk baru juga, masih tahun pertama. Keinget banget perjuangan gua waktu sma, balajar (yakali gua belajar), buat lulus UN dan masuk universitas. Alhamdulillah, gua lulus UN dengan rata2 ckup tinggi, dan alhamdulillah, gua bisa kuliah….

Gua sekarang kuliah di tempat gua ga mau masuk ke sana. Fakultas kedokteran. yah, semua demi ngebanggain orang tua. Sulit banget buat ngikutin pelajaran yang gua ngga suka sama sekali. tapi, yah masa gua mau gagal dan jadi sampah di sini? Udah terlanjur masuk, mau diapain lagi…

Udah hampir satu semester gua kuliah kedokteran, dan ada beberapa hal yang gua rasain, satu, gua masih belum “pengen” atau bener2 kepikiran, buat jadi dokter, trus, dua, di kedokteran itu ga selamanya belajar. Malah porsi main dan belajar gua ga beda sama waktu sma dulu. Tapi emang nilai gua juga ga bagus sih, tapi tetep berusaha buat lulus. Pemikiran orang, yah, temen satu univ lah, kadang mikir FK itu kerjanya belajar, isinya orang-orang pinter, ansos, sibuk,  blahblahblah…. well, terserah mereka sih mau nilai anak fk kyk gimana, tapi gua sendiri ga ngerasa kyk gitu, waktu buat santai ada banyak lah, buat main juga banyak. Eng, tapi emang banyak sih anak fk yang hobinya belajar terus. tapi gua (sialnya) bukan masuk kategori itu…

Kuliah, maen, makan tidur…. itu doang keseharian gua. Pas udah mau deket2 ujian, keteteran ngejar pelajaran. Simpel.

Tapi, gua mulai ngerti sesuatu, seiring dengan gua yang bertambah dewasa kali ya, hehe, kalo gua ini menempuh pendidikan buat jadi seseorang.  Seseorang yang bakal banyak orang bergantung. Walau gua ga niat buat buka praktek sih kalo ntar lulus (amin), tapi dokter bakal dibutuhin. Gua berpikiran, kalo gua nyia2in waktu gua di sini, sayang banget, gua bakal ngelewatin kesempatan gua buat jadi seseorang nantinya.(walau bnyak jalan lain sih). Jadi gua meyakinkan diri gua dengan cara ini, walau masih susah aja kalo emang kita gak suka sama pelajarannya mah T^T….

Cita2 gua kalo udah lulus, yaitu nerusin sekolah teknik, nerusin cita2 gua… kalo ga kesampean, ambil spesialis nuklir…. trus meneliti buat nyiptain pengobatan yang spektakuler, hahaha….

Hidup masih panjang, itu juga kalo Allah ngijinin gua hidup sih. Gua masih taun pertama di FK. dan doakan, tahun pertama ini bisa dilewati dengan mulus (amin) doakan lulus tahun pertama, karena bentar lagi juga gua ujian ini…. keteteran ngejar pelajaran… hidup mahasiswa! (oh ya, gua udah mahasiswa sekarang, hidup mahasiswa!)

Buah-buah-buah

Sebenernya udah lama mau ngepost, tapi banyak kerjaan (ceilee….). Yah, ama males juga sih,, tapi pengen ahh….

Mangga oh mangga. Kemaren, tau-tau aja gua ngidam makan buah mangga. Yang asyem-asyem gitu. Entah gua lagi mengandung atau apalah… Soalnya buah yang gua makan setiap hari kalo ga pepaya, semangka. gapapa sih…

Ngomong-ngomong soal buah, ada temen gua yang susah banget makan buah. Padahal buah itu sehat loh. Buat makan dikit aja susah banget. Bahkan ada yang takut, semacam fobia gitu, sama salak. Bayangkan, SALAK ! Emang salak bisa ngapain lo? Mending temen gua yang takut pocong, setan yang sangat terkenal saat ini. Oh iya, denger-denger pocong bisa ngesot sekarang ya? Mungkin dia ga mau kalah saingan ama suster ngesot. Bisa-bisa si suster ga dapet job nih. Tapi ga kebayang pocong ngesot… Tangannya bukannya dibungkus gitu ya? Gua bayangin dia berusaha duduk dengan melipat kaki terus, karena tangannya dibungkus, semua badannya nyentuh tanah, sekuat tenaga ama tanganya yang dibungkus dia gesot. Soooooot…. Jadilah pocong berjalan seperti ulat. Pantatnya nungging terus ngelurusin badan, nungging lagi, lurus lagi, nungging lagi, berenti, encok,… absurd…. Akhirnya pocong keluar dari kafannya dengan sayap dibelakang dan muka yang ganteng bak ulat yang jelek menjadi kupu-kupu nan indah.

Balik ah. Dari definisinya, buah adalah organ pada tumbuhan berbunga yang merupakan perkembangan lanjutan dari bakal buah (ovarium). Buah biasanya membungkus dan melindungi biji. Aneka rupa dan bentuk buah tidak terlepas kaitannya dengan fungsi utama buah, yakni sebagai pemencar biji tumbuhan (dari wikipedia.com). Trus buah juga sehat banget, dengan berbagai nutrisi yang dikandung. Mungkin makan buah itu menjadi keharusan kalo mau sehat…(kalo mau loh)

Bayanging aja kalo ga ada buah. Gi mana nasib ibu-ibu yang ngidam mangga? gi mana nasib gua yang seneng banget mangga ini? gi mana nasib penjual pisang goreng? Wong buah aja ga ada di dunia ini? Trus dia jualan apa dong? Masa gorengnya doang yang dijual? Trus gi mana nasib Dewi persik? apakah dia akan ganti nama menjadi Dewi Bayam? Dan mempopulerkan goyang sayur? Goyang untuk melancarkan buang air besar tuh…

Buah diIndonesia, negeri kita tercinta ada banyaaak banget. Buah salak dari Padang Sidempuan (Sumut), Nanas dari Palembang dan Subang, Jeruk dari Pontianak, Kesturi dari Kalimantan, Strawberry di Ciwidey, dan banyak lagi. Buah-buahan ciri negri tropis yang endang-endang begitu banyak di sini. Mulai dari yang manis, asem, keset, gurih, pait, asin, ampe pedes. Mangga contohnya, asyem-asyem manis gurih sedikit asin (rasa apaan tuh?), pokoknya perpaduan rasa-rasa, enaaak…

Buah di Indonesia juga unik-unik. Karena alamnya yang hijau, tropis, dan mendukung kali ya. Duren termasuk unik loh, bau menyengat banyak durinya, bahkan ada yang dagingnya warna merah di Indonesia ini. Katanya sih lebih enak. Gua sebagai pecinta duren juga pengen banget nyoba. Jeruk bali unik juga, selain salah satu jeruk yang gede, fungsinya juga bisa dipake buat bikin maenan, sayang, sekarang gua udah jarang banget liat maenan dari begituan, padahal waktu kecil ada tuh, mulai dari mobil, kapal, pesawat, ampe robot….

Oh iya, khasiat… Jeruk sangat terkenal dengan vitamin C nya. Pisang dengan antioksidannya. Pepaya dengan kemampuannya melancarkan proses ekskresi. Pokoknya buah itu penting. Banyak zat-zat penting yang dibutuhin tubuh dalam buah. Pasti udah pada tau juga sih. Kalo mau sehat makanlah buah banyak-banyak.

Nulis-nulis ngasal ga jelas gini. Yaaah, siapa tau ada yang baca ini trus jadi mau makan buah, atau tambah sering, atao bagi yang anti buah, jadi ga anti lagi. Allah udah nyiptain buah dengan berbagai kenikmatan dan khasiat yang luar biasa. Jadi, mari bersyukur ada buah. Bersyukur dengan memakannya, ngga pilih-pilih. Bersyukur akan pepaya dan semangka yang gua makan setiap hari…

Hidup buah !! Hidup sehat !!

(Mudah-mudahan mau makan buah ya…?)